Postingan

BAB II PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA

Gambar
  BAB II PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH  BANGSA INDONESIA Presiden Soekarno pernah mengatakan “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Dari perkataan tersebut dapat dimaknai bahwa sejarah mempunyai fungsi yang beragam bagi kehidupan. Seperti diungkap seorang filsuf Yunani yang bernama Cicero (106-43 SM) yang mengungkapkan “Historia Vitae Magistra”, yang bermakna, “sejarah memberikan kearifan”. Pengertian yang lebih umum yaitu “sejarah merupakan guru kehidupan”.Pentingnya cita-cita ideal sebagai landasan moralitas bagi kebesaran bangsa diperkuat oleh cendekiawan-politisi Amerika Serikat, John Gardner, “No nation can achieve greatness unless it believes in something, and unless that something has moral dimensions to sustain a great civilization” (tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran kecuali jika bangsa itu mempercayai sesuatu, dan sesuatu yang dipercayainya itu memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar) (Madjid dalam Latif, 2011: 42). F. Pancasila ...

BAB I FILSAFAT PANCASILA

Gambar
  BAB I FILSAFAT PANCASILA Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945, ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 bersamaan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Merupakan suatu karunia terbesar bagi bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar Negara yang dalam perumusannya memiliki nilai-nilai idealism dari nilai-nilai budaya Indonesia, yaitu sebagai ciri khas kehidupan berbangsa dan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia. A. Pengertian Filsafat  Dalam bukunya A.Susanto menjelaskan pengertian filsafat menurut tokoh-tokoh filsafat, menurut Socrates (469-399 SM.), filsafat adalah suatu bentuk peninjauan diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan yang adil dan bahagia. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dikembangkan bahwa manusia akan menemukan kebahagiaan dan keadilan jika mereka mampu dan mau melakukan peninjauan diri atau refleksi diri sehingga muncul koreksi terhadap diri secara obyektif. Dan menurut ...
  MATA KULIAH PANCASILA